0
Pengertian,ciri-ciri,macam-macam puisi
Posted by Unknown
on
21.25
A. PENGERTIAN
PUISI
Puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan. Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari – hari, Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan Kata – kata yang digunakan mengandung banyak pengertian. Luasnya pengetahuan pembaca sangat penting saat membaca puisi, karena untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut.
B. UNSUR – UNSUR PUISI
Suatu puisi dibangun berdasarkan 2 unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
1. Unsur Intrinsik Puisi
Secara umum, unsur Intrinsik Puisi dibagi menjadi 7, yaitu :
Suatu puisi dibangun berdasarkan 2 unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
1. Unsur Intrinsik Puisi
Secara umum, unsur Intrinsik Puisi dibagi menjadi 7, yaitu :
a. Unsur Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar suatu puisi. Setiap puisi mempunyai banyak hal yang dibahas, namun pasti memiliki satu topik utama dari pembahasan tersebut. Nah Topik Utama itulah yang disebut Tema.
b. Unsur Suasana (Latar)
Suasana adalah unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suatu suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan kepada pembaca atau pendengar. Suasana yang ditimbulkan bisa gembira, sedih, terharu, dll. Semakin tersampaikannya suasana tersebut kepada pembaca atau pendengar, maka semakin bagus puisi tersebut.
c. Unsur Imaji
Imaji merupakan gambaran yang ditimbulkan ketika membaca puisi tersebut. Gambaran yang dimaksud bisa menyentuh pembaca atau pendengar melalui indra manusia, pendengaran, penglihatan, perabaan, dll. Tujuan adanya Imaji adalah agar pembaca atau pendengar mampu memahami dan benar – benar mengerti makna dari puisi tersebut. Imaji biasanya dikategorikan kepada beberapa Citraan, yaitu :
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar suatu puisi. Setiap puisi mempunyai banyak hal yang dibahas, namun pasti memiliki satu topik utama dari pembahasan tersebut. Nah Topik Utama itulah yang disebut Tema.
b. Unsur Suasana (Latar)
Suasana adalah unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suatu suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan kepada pembaca atau pendengar. Suasana yang ditimbulkan bisa gembira, sedih, terharu, dll. Semakin tersampaikannya suasana tersebut kepada pembaca atau pendengar, maka semakin bagus puisi tersebut.
c. Unsur Imaji
Imaji merupakan gambaran yang ditimbulkan ketika membaca puisi tersebut. Gambaran yang dimaksud bisa menyentuh pembaca atau pendengar melalui indra manusia, pendengaran, penglihatan, perabaan, dll. Tujuan adanya Imaji adalah agar pembaca atau pendengar mampu memahami dan benar – benar mengerti makna dari puisi tersebut. Imaji biasanya dikategorikan kepada beberapa Citraan, yaitu :
- Citraan Penglihatan
- Citraan Pendengaran
- Cintraan Perabaan
- Citraan Penciuman
- Citraan Pengecapan
- Citraan Gerak
- Citraan Perasaan
- Citraan Intelektual
d. Unsur
Simbol (Lambang)
Simbol atau lambang merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata – kata dalam puisi bisa saja merupakan suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain. Contohnya “Hati yang Terbuat Dari Baja”, kata “Baja” dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan atau menjadi simbol kekuatan yang sulit untuk dipecahkan.
e. Unsur Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Simbol atau lambang merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata – kata dalam puisi bisa saja merupakan suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain. Contohnya “Hati yang Terbuat Dari Baja”, kata “Baja” dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan atau menjadi simbol kekuatan yang sulit untuk dipecahkan.
e. Unsur Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Sebuah puisi disusun
atas kata – kata tertentu yang penuh makna dan juga indah untuk didengar. Kata
– kata tersebut berfungsi terhadap keseluruhan makna yang terdapat dalam
puisinya.Musikalitas Puisi yang dimaksud adalah penyusunan kata – kata yang
bermakna, indah, dan juga menarik didengar bunyinya sehingga menarik bagi
pembaca atau pendengar puisi tersebut.
f. Unsur gaya bahasa
Dasar dari suatu susunan puisi adalah bahasanya. Setiap penyair memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda, gaya bahasa ini menjadi pilihan penyair sesuai dengan pikiran dan perasaan saat membuat puisi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan pemilihan kata pada puisi. Diantaranya adalah bedanya zaman, pengalaman hidup penyair, perbedaan tempat budaya,dll.
g. unsur amanat
Seperi yang telah saya jelaskan diatas,setiap puisi memiliki makna tertentu. Oleh karena itu,puisi yang baik memiliki amanat yang hendak disampaikan. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah memahami tema,makna,bunyi,dan makna dalam puisi tersebut. Amanat dalam puisi biasanya disampaikan secara tersirat,jadi kita harus memahami puisi tersebut.
2. Unsur ekstrinsik puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsure pada penyair yang tidak berhubungan secara langsung dengan puisi tersebut. Artinya unsure ekstrinsik adalah unsure luar puisi, diantaranya adalah:
Dasar dari suatu susunan puisi adalah bahasanya. Setiap penyair memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda, gaya bahasa ini menjadi pilihan penyair sesuai dengan pikiran dan perasaan saat membuat puisi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan pemilihan kata pada puisi. Diantaranya adalah bedanya zaman, pengalaman hidup penyair, perbedaan tempat budaya,dll.
g. unsur amanat
Seperi yang telah saya jelaskan diatas,setiap puisi memiliki makna tertentu. Oleh karena itu,puisi yang baik memiliki amanat yang hendak disampaikan. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah memahami tema,makna,bunyi,dan makna dalam puisi tersebut. Amanat dalam puisi biasanya disampaikan secara tersirat,jadi kita harus memahami puisi tersebut.
2. Unsur ekstrinsik puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsure pada penyair yang tidak berhubungan secara langsung dengan puisi tersebut. Artinya unsure ekstrinsik adalah unsure luar puisi, diantaranya adalah:
1. Keadaan sosial penyair
2. Lingkungan penyair
3. Profesi penyair
4. Kondisi ekonomi penyair
5. Peran penyair dalam masyarakat
2. Lingkungan penyair
3. Profesi penyair
4. Kondisi ekonomi penyair
5. Peran penyair dalam masyarakat
C.Ciri-ciri
puisi
Pada perinsipnya unsure dan cirri puisi tidak jauh berbeda,namun secara umum puisi memiliki cirri-ciri sederhana sebagai berikut :
1. Pola bunyi (rima)
Adalah penataan bunyi dari kata-kata yang menyusun puisi tersebut. Penataan bunyi tersebut dapat dilihat dari setiap baris juga bias diamati dari beberapa baris dalam setiap bait. Penataan bunyi puisi bias dilakukan secara sengaja, oleh penyair dan bias juga tertata secara kebetulan.
2. Irama (ritme)
Irama bias diartikan sebagai pengertian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau ringgi rendahnya pengucapan kata dalam puisi. Irama digunakan untuk memperindah puisi sehingga nilai puisi tersebut baik. Irama dapat mempengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.
3. Diksi (pemilihan kata)
Puisi memiliki pemilihan kata yang khas, kata-kata dalam puisi tidak sama dengan yang dipakai sehari-hari. Penyair biasanya memilih susunan kata yang indah, enak didengar, dan juga memiliki makna yang mendalam, sehingga pembaca atau pendengar dapat menikmati puisi tersebut.
Perbedaan Pengertian Puisi dengan prosa, yaitu :
Pada perinsipnya unsure dan cirri puisi tidak jauh berbeda,namun secara umum puisi memiliki cirri-ciri sederhana sebagai berikut :
1. Pola bunyi (rima)
Adalah penataan bunyi dari kata-kata yang menyusun puisi tersebut. Penataan bunyi tersebut dapat dilihat dari setiap baris juga bias diamati dari beberapa baris dalam setiap bait. Penataan bunyi puisi bias dilakukan secara sengaja, oleh penyair dan bias juga tertata secara kebetulan.
2. Irama (ritme)
Irama bias diartikan sebagai pengertian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau ringgi rendahnya pengucapan kata dalam puisi. Irama digunakan untuk memperindah puisi sehingga nilai puisi tersebut baik. Irama dapat mempengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.
3. Diksi (pemilihan kata)
Puisi memiliki pemilihan kata yang khas, kata-kata dalam puisi tidak sama dengan yang dipakai sehari-hari. Penyair biasanya memilih susunan kata yang indah, enak didengar, dan juga memiliki makna yang mendalam, sehingga pembaca atau pendengar dapat menikmati puisi tersebut.
Perbedaan Pengertian Puisi dengan prosa, yaitu :
- Puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung, sedangkan prosa menyatakan sesuatu secara langsung.
- Pengertian Puisi adalah kegiatan yang bersifat padat dalam pencurahan jiwa, asosiatif dan sugestif, sedangkan prosa adalah kegiatan yang bersifat informatif, naratif dan konstruktif.
- Puisi termasuk bentuk kesatuan yang akustis yang terdiri dari baris sajak, sedangkan prosa termasuk bentuk kesatuan yang sintaksis yang terdiri dari paragraf.
Berikut ini adalah ciri-ciri puisi,
baik puisi baru maupun puisi lama yaitu antara lain :
Ciri-ciri Puisi Baru
- Pengarangnya diketahui
- Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama
- Berkembang secara tertulis maupun lisan
- Gaya bahasa yang berubah-ubah (dinamis)
- Isinya tentang kehidupan
Ciri-ciri Puisi Lama
- Pengarangnya (anonym) tidak diketahui
- Terikat jumlah baris, rima, dan irama
- Berkembang menjadi kesusastraan lisan
- Gaya bahasa yang tetap (statis) dan klise
- Isinya tentang istanasentris dan fantastis
Pengertian Puisi merupakan cabang
karya sastra yang terikat oleh rima dan irama, ritme ataupun jumlah baris dalam
bait serta ditandai oleh bahasa yang bersifat padat. Berdasarkan bentuk
dan isinya, terdapat beberapa jenis puisi yaitu sebagai berikut :
- Himne merupakan jenis puisi yang berisi ungkapan rasa cinta terhadap tanah air maupun pujian terhadap tuhan.
- Elegi merupakan jenis puisi yang berisi ungkapan rasa duka dan pedih seseorang.
- Romance merupakan jenis puisi yang berisi ungkapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih.
- Ode merupakan jenis puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki sikap maupun jasa kepahlawanan.
- Puisi dramatik merupakan jenis puisi yang bersifat objektif dengan menggambarkan perilaku seseorang, baik melalui dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu.
- Puisi lirik merupakan jenis puisi yang berisi ungkapan batin personal penyair dengan segala macam pengalaman, sikap maupun suasana batin yang dialami
- Puisi naratif merupakan jenis puisi yang berisi cerita menjadi pelaku, penokohan, settingan, maupun tatanan peristiwa tertentu yang menghubungkan suatu cerita.
- Puisi efik merupakan jenis puisi yang mengandung tentang cerita kepahlawanan, baik yang berhubungan dengan sejarah, legenda maupun kepercayaan.
- Puisi didaktik merupakan jenis puisi yang mengandung nilai-nilai pendidikan yang ditampilkan secara eksplisit.
- Puisi satirik merupakan jenis puisi yang mengandung kritik/sindiran tentang masalah kehidupan suatu kelompok maupun masyarakat.
